Setelah melalui tahap debat terbuka, Pemungutan suara akhirnya pada 12 Agustus 2018 dilakukan serah terima Jabatan Ketua BEM STIE BPKP kepada Sdr Iqrom Safiri dari Sdr Andri.
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Keuangan. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Oktober 2018
Pemilihan Ketua BEM STIE BPKP Tahun 2018
Setelah melalui tahap debat terbuka, Pemungutan suara akhirnya pada 12 Agustus 2018 dilakukan serah terima Jabatan Ketua BEM STIE BPKP kepada Sdr Iqrom Safiri dari Sdr Andri.
Selasa, 12 Desember 2017
Bidang pekerjaan dan Profesi lulusan Akuntansi
STIE BPKP Accountant & Tax Specialist
Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). sedangkan Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.
1. Public Accounting
Yang biasa dikenal dengan akuntan eksternal ini merupakan akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya dengan pembayaran tertentu. Akuntan publik ini tentu bekerja bebas dan umumnya mendirikan kantor akuntan sendiri. Akuntan yang bekerja di kantor akuntan publik tetap disebut akuntan publik (bukan dibawah perusahaan).
2. Account Officer
Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan / organisasi dan biasa disebut akuntan manajemen. Jabatan akuntansi intern pada perusahaan dapat diduduki oleh staff biasa, kepala bagian atau direktur keuangan.
3. Tax Consultant
Konsultan pajak adalah tenaga spesial yang menjadi partner badan usaha atau perorangan dalam menyelesaikan kewajiban pajak mereka, Konsultan pajak bukanlah sekedar pekerja yang di tugaskan oleh perusahaan untuk mengerjakan pajak perusahaan tetapi membantu menyelesaikan masalah mereka dibidang per pajakan dengan berbekal pengetahuan dan pengalamannya.
4. Tax Specialist
Tax Specialist adalah Profesional yang bukan pegawai DJP atau konsultan pajak, yang memiliki kemampuan dan latar belakang yang memadai untuk melaksanakan kewajiban dan kepatuhan perpajakan. Memberikan analisa atas setiap permasalahan perpajakan yang terjadi, serta menginformasikan dampak dari setiap perubahan tersebut.
5. Entrepreneur
Saat ini, pilihan untuk memiliki usaha sendiri adalah salah satu jenis karir favorite para fressh graduate, bahkan mereka memulai saat belum lulus kuliah.Bila Anda berlatarbelakang pendidikan akuntansi maka anda bisa memulai sebagai konsultan akuntansi, kemudian secara bertahap menuju ke arah yang lebih besar, misalnya dengan membuka kantor akuntan publik (KAP).
6. Lecturer/Teacher
Dosen atau guru yang mengajar dibidang akuntansi atau seorang trainer yang memberikan informasi mengenai akuntansi dan keuangan.7. Financial Analyst
Seorang financial analyst atau analis keuangan akan memberikan identifikasi, prediksi dan kecenderungan sebuah bisnis serta memberikan solusi untuk mengurangi resiko bisnis. Seorang financial analyst akan menggunakan laporan keuangan untuk menganalisa kondisi keuangan suatu perusahaan dan untuk menilai kemampuan perusahaan di masa depan.
8. Account Recievable
Sesuai dengan namanya maka tugas dari seorang Account Receivable adalah menangani proses akuntansi piutang. Proses pencatatan Account Receivable adalah saat pelanggan membeli dengan Down Payment atau saat membayar semuanya di muka.
9. Account Payable
Seorang Account Payable Clerk bertanggung jawab untuk mempersiapkan seluruh dokumen yang berhubungan dengan Account Payable. Dokumen-dokumen tersebut antara lain invoice, laporan perpajakan, prepaid expenses dan accrual and balance sheet reconciliation. Proses pencatatan Account Payable dimulai setelah perusahaan mengakui utang yang dimiliki perusahaan terhadap perusahaan lain atau vendor.
10. Financial Planner
Seiring dengan bertumbuhnya golongan menengah dan peningkatan kesejahteraan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia maka kebutuhan seseorang akan seorang yang bisa memberikan advise di bidang keuangan juga meningkat. Peluang ini sudah dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa orang yang menekuni profesi sebagai financial planner atau perencana keuangan.
11. Credit Analyst
Tugas utama seorang credit analyst adalah menganalisa kemampuan calon pencari kredit dalam hal membayar kembali pinjamannya, baik membayar pokok pinjaman dan bunganya. Seorang credit analyst dibutuhkan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, misalnya bank dan lembaga leasing (pembiayaan). Keahlian mereka sangat vital.
12. SAP Consulting
SAP Application Consultant atau SAP Functional Consultant adalah salah satu dari dua jenis konsultan SAP. Seorang SAP Functional Consultant bertugas untuk fokus pada proses bisnis yang akan diimplementasikan.Misalnya mengumpulkan user requirement, melakukan analisa, mendesain proses bisnis, dan menerapkannya di aplikasi SAP. Seorang Functional Consultant harus paham mengenai proses bisnis suatu industri atau perusahaan.
13. Business Analyst
Seorang analis bisnis adalah orang yang bertugas menganalisis kebutuhan-kebutuhan bisnis dan permasalahan penting bagi para pemangku kepentingan dan mengusulkan solusi-solusi praktis.
14. Auditor
Sabtu, 26 Agustus 2017
Akuntansi sebagai komoditas
Akankah Akuntansi menjadi usang..??
Komoditas adalah barang yang dapat dijual kepada konsumen karena daya gunanya. Output Akuntansi dalam bentuk informasi adalah merupakan produk dari suatu “Pabrik” yang dapat kita sebut pabriknya sebagai “Sistem Akuntansi”. Output ini dibutuhkan masyarakat karena memberikan manfaat besar terutama bagi penggunanya.
Komoditas akan tetap memiliki nilai jual jika masih
dibutuhkan jika tidak lagi dibutuhkan maka nilai harga komoditas akan turun
atau bahkan mungkin tidak laku lagi. Lantas apakah akuntansi bisa menjadi tidak
laku lagi kelak?? Jika itu yang kita pikirkan sama saja kita berpikir tentang
kapal uap yang ditemukan Jhon Fitch di
tahun 1787 lampau. Jika saja kita hidup disaat itu dan berpikir akankah kapal
uap tidak laku lagi di masa yang akan datang?? Iya tentu saja tidak, moda
transportasi kapal akan tetap dibutuhkan selama masih ada laut dan sungai hanya
saja tenaga yang dibutuhkan sudah berganti menjadi diesel atau mungkin saja
nuklir.
Tantangan akuntansi
Dalam era yang serba cepat dan global ini akuntansi keuanganmendapat tantangan yang berat. Berbagai alternatif yang leih canggih saat ini
menjadi informasi alternatif di luar akuntansi keuangan sehingga mau tidak mau
akuntansi keuangan harus mampu merespons kebutuhan para pemakai agar ia tetap
menjadi komoditas yang dibutuhkan di pasaran.
Kritik terhadap akuntansi konvensional sering kita dengar misalnya Baruch Lev mengatakan bahwa akuntansi ini adalah bagian dari akuntansi model lama bahkan bagian dari Luca Pacioli era 1400-an. Menurutnya akuntan bukan “a good eye sight” lensa lama tidak dapat dipakai untuk melihat situasi ekonomi baru. Apalagi jika ingin melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud yang marak saat ini seperti kekayaan berupa ide, merek, cara kerja, goodwill, franchises atau perusahaan knowledge based lainnya. Belkaoui 1989 dalam bukunya “The Coming Crisis in Accounting” membahas banyak kritik tetang akuntansi salah satunya penyajian laporan keuangan yang banyak menggunakan mesin hitung komputer atau bahkan kecurangan.
Apapun itu, akuntansi, mekanikal, seni semuanya merupakan
komoditas dan akan selalu berkembang, berubah menyesuaikan kebutuhan manusia
saat itu. Adaptif terhadap lingkungan... hanya itu yang perlu kita lakukan
untuk menghadapi perubahan. Salah satu kelebihan mereka yang memiliki ilmu
adalah tidak pernah merasa takut atas perubahan tempat, waktu atau kondisi
karena mereka selalu siap menghadapi semuanya dengan ilmu yang dia miliki.
Gunung tidak akan sanggup menghadang kita tapi terkadang
justru batu kerikil kecil lah yang membuat kita terjatuh, tetap kreatif...
salam asyik dari STIE BPKP
Kamis, 24 Agustus 2017
Law deminishing returns
Law Deminishing Returns
Istilah judul di atas kita kenal sebagai Hukum kenaikan hasil yang berkurang, hmm naik tapi berkurang maksudnya apa??
Hukum ini menyatakan bahwa jika jumlah penggunaan satu input variabel meningkat sementara jumlah penggunaan faktor-faktor produksi lainnya tidak berubah maka pada mulanya kenaikan penggunaan input dapat mendorong kenaikan output tetapi kemudian output mulai menurun atau berkurang. Hukum ini merupakan generalisasi dari suatu hubungan empiris yang diamati dalam setiap sistem produksi.
Sebagai contoh bisa saya gambarkan di dalam rumah produksi sepatu seperti ini ;
- Pekerja : 5 orang.
- Hasil : 20 sepatu.
- Rata-rata produksi 4 sepatu per pekerja.
Disaat permintaan sepatu ramai pengusaha mencoba menambah pekerja menjadi ;
- Pekerja : 10.
- Hasil : 50 sepatu.
- Rata-rata produksi menjadi 5 sepatu per pekerja.
Atau bisa dikatakan terjadi penambahan output 1 sepatu per pekerja ( Marginal output produk 30 sepatu ).
Hasil tersebut tentunya cukup memuaskan bagi keuangan perusahaan dengan menurunnya nilai HPP akibat penambahan input dan output. Dan apabila permintaan terus bertambah apakah pengusaha tersebut akan menambah pekerjanya lebih banyak lagi???? Nah sekarang pengusaha coba menaikkan jumlah pekerjanya seperti ini ;
- Pekerja 15
- Hasil 55 sepatu
- Rata-rata produksi menjadi 3,7 sepatu untuk satu orang pekerja.
Disini terjadi penurunan rata-rata produksi per pekerja 0,3 sepatu ( Marginal output produk menjadi hanya 5 sepatu).
Hukum penurunan hasil terjadi...!! Kenapa???
Bisa jadi karena pengusaha tidak menambah faktor produksi yang lain, atau mungkin perusahaan tidak melakukan pembelajaran dengan baik sehingga usaha peningkatan kapasitas yang dilakukan berakhir sia-sia.
Ambil saja contoh jumlah pekerja yang awalnya hanya 5 orang itu sebelumnya duduk bekerja berjauhan sehingga mereka lebih fokus dan serius menyelesaikan tugasnya. Penambahan pekerja menjadi lebih banyak tanpa perluasan area kerja menyebabkan mereka semakin berdekatan dan sangat tidak ergonomis dalam bekerja, mereka lebih banyak untuk berinteraksi satu sama lain, bertanya, bercerita atau apapun. Sehingga apa yang kita bahas mengenai Hukum Law Deminishing Returns tadi bisa terjadi, masih banyak lagi faktor penyebab terjadinya premis penurunan hasil yang tidak dapat saya tuliskan disini.
Hukum ini menjadi ancaman menakutkan bagi industri-industri di Negara-negara berkembang dimana pertumbuhan pasar yang pesat menjadi pendorong terbukanya peluang perusahaan meningkatkan kapasitasnya. Dan tanpa learning and growth yang memadai pertumbuhan pasar itu ibarat hamparan laut luas yang tidak mampu menghasilkan garam.
@admintulen


























