STIE BPKP TERAKREDITASI

Alamat : Jl. Peta Selatan Komplek Duta Indah Alfa 2 Blok D No. 7-10 Kalideres, Jakarta Barat. Telp ; (021)29519380- (021)29519381, Whatsapp ; 082111156054

Tentang STIE BPKP

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi BPKP (STIE Bhakti Prasetya Karya Praja) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang berkedudukan di Jakarta yang dikelola oleh Yayasan Dharma Satya Parahita (YDSP)...........

Biaya Perkuliahan STIE BPKP

Biaya pendidikan adalah biaya yang dikenakan kepada mahasiswa untuk penyelenggaraan dan pembinaan pendidikan serta layanan administrasi akademik..................

Kurikulum Studi kuliah kelas karyawan biaya ringan kampus STIE BPKP

Kurikulum adalah peran mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan..........

Kegiatan Mahasiswa STIE BPKP

Kegiatan kemahasiswaan adalah suatu kegiatan yang bersifat ekstra kurikuler untuk melengkapi kegiatan intra kurikuler, di STIE BPKP ada beberapa kegiatan yang antara lain......................

Fasilitas +Plus STIE BPKP

Dari Sertifikat kompetensi, Beasiswa, Laboratorium, Perpustakaan ..........

Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2018

Pelatihan Desain Grafis STIE BPKP 2018


Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.
Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
STIE BPKP melalui Koperasi Mahasiswa Bina Perdana Karya Perkasa mengadakan pelatihan desain grafis kepada para Mahasiswa/i STIE BPKP, dengan tujuan menambah wawasan dan juga sebagai wadah kreasi bagi para Mahasiswa/i yang tertarik dengan dunia desain.
Pelatihan dilaksanakan selama satu hari di STIE BPKP pada Hari Minggu 28 Oktober 2018, dengan peserta sekitar 30 orang. 









kelas karyawan murah stie bpkp


Share:

Minggu, 17 Desember 2017

Inspiratif : Diversifikasi Bisnis Memacu Laju Bisnis Anomali Coffee

kuliah sambil kerja, kuliah malam, kelas karyawan, kuliah murah, cepat cari kerja, kampus karyawan, stie bpkp

EC STIE BPKP - Muhammad Abgari dan Irvan Helmi, duo pendiri PT Anomali Coffee, mendiversifikasi bisnis dan menambah cabang demi melipatgandakan pertumbuhan bisnis perusahaannya. Mereka menambah cabang dan mewaralabakan kedai kopi Anomali Coffee, juga menambah unit bisnis baru, yaitu menjual biji kopi, memasok mesin kopi, menyediakan jasa konsultasi bisnis kopi, dan memberikan pelatihan juru racik biji kopi (barista). Bisnis mereka pun melejit dengan melakukan diversifikasi bisnis, kendati perekonomian nasional melambat dalam beberapa tahun terakhir. “Dampak dari perlambatan ekonomi tidak terlalu terasa bagi kami karena kami bergerak di bidang bisnis yang tergolong leisure. Kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap kopi juga tidak teralu dipengaruhi kondisi ekonomi nasional,” tutur Agam, sapaan akrab Abgari.



kuliah sambil kerja, kuliah malam, kelas karyawan, kuliah murah, cepat cari kerja, kampus karyawan, stie bpkp

Menurut Agam, omset dari kedai kopi berkontribusi 70% terhadap jumlah total pendapatan Anomali Coffee. “Kontribusi unit bisnis lainnya, yaitu penjualan biji kopi 20% dan penjualan mesin serta jasa pelatihan barista sekitar 10%,” ungkapnya. Sekadar kilas balik, kedua sahabat itu pada 2007 mendirikan Anomali Coffee. Ini adalah kedai kopi yang pertama kali dibuka di di kawasan Senopati, Jakarta. Kawasan ini dikelilingi kawasan hunian premium dan pusat bisnis Ibukota. Agam menjelaskan, setiap lini bisnis dikembangkan dengan cara tertentu, misalnya unit kedai kopi dikembangkan dengan cara membuka cabang, bisnis biji kopi ditingkatkan untuk memasok biji kopi ke perusahaan lain (business to business/B2B), bisnis konsultan menyediakan pelatihan peracik kopi, atau mendistribusikan mesin pengolah (brewing) kopi otomatis dan manual.
Konsep Anomali Coffee adalah kedai kopi yang menyuguhkan specialty coffee micro roaster. Maksudnya, biji kopi jenis specialty disangrai dalam skala produksi terbatas untuk memasok kebutuhan internal. “Itu kami lakukan karena kami tidak menemukan supplier kopi yang sesuai dengan standar kami. Selain itu, kami juga melihat peluang sebagai specialty coffee maker roaster,” Agam menerangkan.
Lama-kelamaan biji kopi yang disangrai Anomali Coffee itu diminati konsumen. Agam dan Irvan sejak 2008 menjual biji kopi ke konsumen ritel dan korporat, antara lain ke pemilik kafe, restoran, hotel dan bioskop. “Mereka tidak hanya mau biji kopinya, tetapi klien kami meinginginkan baristanya dilatih oleh Anomali, sehingga kami membuka pelatihan barista serta menyuplai mesin pembuat kopi seiring dengan kebutuhan klien,” Agam menambahkan. Akademi Kopi Indonesia (AKI), demikian nama fasilitas pelatihan juru racik kopi, diresmikan pada 2015 untuk memberikan pelatihan barista kepada pegawai suatu perusahaan agar menjadi tenaga terampil yang piawai meracik biji kopi. Cikal bakal AKI dimulai pada 2009 dengan memberikan pelatihan kepada calon barista atau masyarakat yang hobi mengolah kopi. “Biaya mengikuti coffee class di AKI berkisar Rp 1,5 juta-3 juta,” ujarnya. Jumlah peserta pelatihan barista di AKI sejak 2009 hingga awal tahun ini lebih dari 100-an orang. Menurut Agam, tantangan menjalankan bisnis kopi adalah kompetensi SDM. Agam dan Irvan di awal menjalankan bisnis Anomali harus bersusah payah memberikan pelatihan kepada karyawannya agar menjadi juru racik kopi yang kompeten.


Entrepreneur class stie bpkp, kelas karyawan biaya murah di jakarta

Kemudian, penambahan gerai, lanjut Agam, dilakukannya dengan menggaet mitra bisnis yang visinya selaras dalam mewaralabakan Anomali Coffee. Prinsip ini ditanamkan karena Agam melihat gejala ekspansi kedai kopi yang kerapkali berdampak negatif terhadap laju bisnis suatu waralaba kedai kopi. ”Inilah yang tidak kami inginkan, misalnya membuka cabang franchise yang jumlahnya 1.000 tetapi di tengah perjalanan setengahnya sudah tutup. Kami lebih baik menjalankan bisnis yang tumbuh perlahan-lahan tetapi metodenya tepat,” kata Agam.
Visi Agam dkk. adalah menjadikan pengusaha kedai kopi nasional sebagai tuan rumah di negeri sendiri, serta memainkan perannya sebagai pelaku utama industri kopi global. “Indonesia adalah produsen kopi terbesar di dunia. Kami ingin eksitensi brand Indonesia dikenal di kancah global,” ia menandaskan. Jika merujuk data Kementerian Perindustrian, Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Produksi rata-rata biji kopi nasional sebanyak 739 ribu ton/tahun, atau sekitar 9% dari produksi kopi dunia. Produksi kopi robusta sebanyak 76,7% dari jumlah total produksi nasional tersebut. Sisanya bersumber dari kopi arabika 23,3%.
Salah satu strategi mengembangkan industri kopi adalah dengan mengembangkan industri pengolahannya. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-35, industri pengolahan kopi termasuk salah satu sektor prioritas yang akan dikembangkan pemerintah. Kementerian Perindustrian berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri pengolahan kopi melalui berbagai kebijakan serta penerapan standar, antara lain, pelaku industri kopi meningkatkan mutu agar dapat menjadi eksportir utama kopi sangrai; meningkatkan nilai tambah biji kopi dan mutu kopi olahan, terutama roasted bean, melalui penguasaan teknologi roasting; serta meningkatkan kapasitas SDM, seperti barista, roaster dan penguji citarasa (cupper).
Pengembangan industri kopi nasional perlu ditingkatkan karena saat ini industri kopi di dalam negeri menyerap sekitar 40% produksi kopi dan sisanya yang 60% untuk diekspor. Agam melihat peluang untuk berkespansi ke luar negeri. “Walau tidak mudah berbisnis di luar negeri, kami sudah membidik beberapa negara untuk tujuan ekspansi. Agar sustain, kami harus banyak mempelajari kearifan lokal dan bermitra dengan local partner untuk bisa menjangkau negara lain,” dia menjabarkan rencana ekspansi ke luar negeri. “Semoga kami bisa membuka outlet di luar negeri,” Agam menambahkan. Impian itu bukan mimpi di siang bolong. Tengok saja konsumsi kopi global yang cenderung meningkat, seiring dengan semakin merebaknya gaya hidup minum kopi yang berkembang di sejumlah negara, seperti China, Korea Selatan dan Jepang. Kemenperin mencatat konsumsi kopi masyarakat di negara-negara pengimpor kopi. Di Amerika Serikat, misalnya, sebesar 4,3 kg/kapita/tahun atau Jepang. 3,4 kg/kapita/tahun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang hanya 1,2 kg/kapita/tahun.
Di Indonesia, bisnis kedai kopi sangat prospektif. Pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup turut mendorong konsumsi produk kopi olahan yang meningkat rata-rata lebih dari 7% setiap tahun. Apalagi, Indonesia memiliki 11 kopi bercitara rasa unik, seperti kopi Arabika Gayo, Java Arabika Sindoro-Sumbing, dan Arabika Toraja.



Jika berkaca dari hal itu, Agam dan Irvan ingin menggenjot laju bisnis waralaba Anomali Coffee agar mencetak omset sebanyak-banyaknya. Langkah nyata mereka lakukan dengna membuka gerai Anomali Coffee yang baru di Makassar, Sulawesi Selatan. “Kami sedang dalam tahap finalisasi perjanjian untuk membuka outlet franchise di Makassar. Ini menjadi franchise pertama Anomali Coffee di Indonesia bagian timur,” katanya. Nantinya, gerai itu untuk menggenapi tujuh gerai yang sudah beroperasi di Jakarta (lima) dan Bali (dua).
Menurut Agam, gerai Anomali Coffee di Makassar itu berdekatan dengan Toraja, daerah penghasil kopi berkualitas, yaitu Arabika Toraja. Itu memberikan keuntungan strategis karena Anomali Coffee di Makassar berpeluang menambah varian rasa dan memikat konsumen di daerah tersebut. Menyinggung citarasa, kata Agam, pihaknya senantiasa berinovasi untuk memanjakan serta memenuhi keinginan konsumen yang menuntut citarasa yang variatif. “Variasi itu yang akan kami ke depankan di Anomali Coffee,” ia menjelaskan.
Penambahan varian rasa serta jumlah gerai kopi dioptimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dengan memasok merek mesin pengolah (brewing) sejak 2010. Saat ini, mereka merupakan distributor tiga mesin kopi, yaitu mesin kopi bermerek Synesso asal Amerika Serikat serta Jerman dan Prancis. “Mesin yang kami jual itu harganya mencapai Rp 200 juta per unit. Sekarang penjualan kami mencapai 3-5 unit per bulan dari sebelumnya satu unit tiap bulan,” ungkap Agam. Rencananya, mereka akan menyediakan 10 merek mesin kopi.
Diversifikasi bisnis ini menyita waktu dan energi para pendirinya. Setiap dua tahun sekali, Agam dan Irvan bertukar posisi sebagai komisaris dan direksi di Anomali Coffee. Pergantian posisi itu merupakan siasat kedua sahabat ini untuk mengoperasikan bisnis dan menata skala prioritas. “Selain bisnis Anomali Coffee, kami masing-masing sibuk dengan perusahaan lain. Jadi, kami saling membagi waktu untuk memegang bisnis Anomali Coffee,” tutur Agam. (*)

Share:

Rabu, 13 Desember 2017

Inspiratif : Kenapa namanya harus bakso BOM..???

kelas karyawan, stie bpkp, kuliah malam, kuliah murah


Entrepreneur Class STIE BPKP


Masyarakat Indonesia pada umumnya sangat mengenal panganan Bakso. Baik dari kalangan anak-anak sampai lanjut usia, maupun dari berbagai latar belakang profesi, banyak yang menggemari bakso. Bakso juga tidak mengenal musim, di kala hujan atau kemarau tidak memengaruhi selera orang untuk memakan bakso. Hal ini yang menjadi dasar keberanian pebisnis Anke Dwisaputro dalam mengembangkan bisnis bakso dan mie ayam yang diberi merek “Bakso Bom Mas Erwin Wonogiri”.

kuliah sambil kerja, kuliah malam, kelas karyawan, kuliah murah, cepat cari kerja, kampus karyawan, stie bpkp

Di sisi lain, karena kepopulerannya itu tentunya ada persaingan sangat sengit karena begitu banyak para pedagang bakso, lalu bagaimana kiat Anke bisa tetap mengembangkan bisnisnya ini?
Usaha ini bermula sejak tahun 1989. Awalnya hanya bakso yang dijual menggunakan gerobak sampai memiliki konsep gerai sekarang ini.  Dan mulai menawarkan kemitraan sejak Januari 2016. Anke yang juga pemilik Sentra Waralaba Indonesia mulai mengakuisisi Bakso Bom tahun 2008. Ia membantu Suparmin sang pemilik warung untuk berjualan bakso dengan gerobak selama 25 tahun dan membuka satu gerai kecil di daerah Bekasi.
Hingga kini perkembangan Bakso Bom makin pesat. Gerainya sudah ada 13 cabang franchise di Jabodetabek, dengan omzet bisa mencapai Rp 3 juta sehari. Mengandalkan bakso-bakso dengan varian rasa, dan strategi promosi media sosial, mendorong rasa percaya diri Anke dan tim untuk terus melebarkan sayap. Untuk bakso kelas premium namun dengan harga terjangkau, Bakso Bom menjadi salah satu alternatif. Berikut ini kutipan wawancara SWA Online dengan Anke Dwisaputro:
Mengapa percaya diri mengembangkan usaha bakso?
Bakso itu secara garis besar ada genre-nya: Bakwan Malang, Solo Wonogiri, dan Chinese. Bakso Bom termasuk genre Solo Wonogiri. Saya tertarik mengembangkan usaha bakso ini karena saya percaya bahwa bakso adalah makanan yang universal, artinya bisa bersahabat dengan lidah banyak orang Indonesia. Bisa dibilang jajanan nomor satu. Jadi kita tidak perlu lagi upaya untuk memperkenalkan. Berbeda kalau kita menjual makanan asing luar negeri misalnya.
Bagaimana ceritanya bisa mengembangkan penjualan dari gerobak ke gerai dan franchise?
Awalnya Pak Suparmin berdagang bakso ini kecil-kecilan hanya menggunakan gerobak, kemudian saya menyaksikan kegigihan dan kenikmatan dari baksonya. Setelah melakukan banyak diskusi dan meminta pendapat dari banyak pakar kuliner lalu saya membantu beliau mengonsepkan supaya lebih sistematis. Saya dampingi bisnisnya, bikin prototype outlet, memikirkan cara supaya manajemennya bagus sehingga bisa naik kelas. Saat ini saya sebagai pemegang merek, di mana termasuk dalam naungan Sentra Waralaba Indonesia (SWI). Sebuah organisasi inkubasi bisnis UKM dan franchise milik saya, untuk mengembangkan usahanya menjadi usaha kerjasama peluang usaha.
Apa perbedaan dari bakso-bakso lain?
Perbedaan Bakso Bom dengan bakso lain adalah varian isi yang beragam dan bahan baku yang terbuat dari 90% daging sapi asli, yaitu 10 kilogram daging sapi hangat (daging yang tidak melalui proses pendinginan) dan  satu kilogram tepung. Bakso kita juga bebas dari bahan berbahaya, sama sekali tidak memakai bahan pengawet, pemutih, borax, formalin, pengenyal.
Kemudian proses produksi yang dilakukan di central kitchen Bakso Bom memerlukan pengawasan yang ketat guna menjaga kualitas bakso. Karena tidak memakai pengawet sama sekali sehingga cukup bertahan 8 jam di luar ruangan. Semua produksi dilakukan di pusat produksi kami di Bekasi.
Kita mencoba inovasi bakso dengan beraneka macam isi, seperti daging cincang pedas, keju, telur, urat, dan granat, smoke beef, sosis, dan pengembangan terakhir adalah bakso beranak.
Bagaimana strategi promosi?
Sejak Maret 2016, resmi dibuka cabang mitra 1 berlokasi di Pondok Gede, Jakarta Timur. Meskipun lokasinya termasuk pinggiran Jakarta, tapi rupanya tidak menjadi penghalang konsumen. Sejak awal dibuka tidak kurang dari 100 porsi sehari ludes terjual, bahkan jika weekend mencapai lebih dari 200 porsi. Sebuah angka yang lumayan untuk Warung Bakso yang baru buka 1 bulan dan dengan jumlah pesaing lebih dari 5 warung bakso yang sudah ada sebelumnya di jalan raya tersebut. Iya dengan franchise, sudah ada 13 cabang di jabodetabek. Punya saya sendiri ada dua.
Kami sangat memanfaatkan media sosial. Saya percaya bahwa setiap orang adalah pemasar. Pengunjung yang datang foto-foto lalu diupdate ke medsos-nya itu termasuk bagian dari promo juga. Selain itu, kami juga punya promo unik, yaitu setiap gerai yang baru buka akan gratis bagi 100 pengujung  pertama. Lalu setiap bulan Agustus akan digratiskan bagi pembeli yang bernama Agus, dan juga menggratiskan bagi ibu hamil.
Bagi yang berminat untuk franchise ada paket yang bisa dipilih. Semua bahan akan dikirim dari kita, karyawan, posisi warung juga nanti diatur.

Segmen pasar mana yang dituju?

Seperti  yang saya jelaskan tadi, bakso disukai semua kalangan. Pelanggan kita mulai dari yang naik motor sampai naik mobil mewah. Karena bakso Bom ini menjual bakso kualitas premium tapi dengan rentang harga yang sangat terjangkau, pointingnya Rp 20-30 ribu. Kita  rasa sudah di produk konsep yang tepat, pasar yang tepat.

Berbicara deferensiasi produk, sudah ada juga yang menjual serupa, bagaimana tanggapannya?

Tidak ada masalah, memang kami bukan pionir bakso dengan isi, bahkan di salah satu cabang kita juga sudah ada warung bakso isi namun tetap laku-laku saja. Yang terpenting itu tadi, kami tidak pakai pengawet sama sekali. Kami memperhatikan kebersihan tempat dan harga yang terjangakau. Ini bakso kualitas premium, sama dengan bakso yang dijual di restoran bakso mahal terkenal, tapi kita jualnya dengan jauh lebih murah.

Berapa omset yang didapat?

Kalau sedang ramai sekali bisa mencapai Rp 10 juta sehari. Tapi biasanya sekitar Rp 3 juta sehari.

Apa target selanjutnya?

Rencana akan menambah hingga 25 gerai lagi, dan membuka cabang pusat provinsi. Supaya pengiriman tidak begitu jauh, maka perlu ada cabang produksi provinsi. Selain itu, saya sebagai pemilik SWI juga akan mengembangkan bisnis kuliner lainnya, ini sudah tahap final tinggal menunggu launching saja.

Share:

Senin, 11 Desember 2017

Inspiratif : Empat sahabat membangun bisnis

kuliah murah, kelas karyawan, kuliah malam, kuliah shift

EC STIE BPKP - PT Mitra Bugar Bersama, pengelola pusat kebugaran ReFIT Club, membuka cabang ketiga di Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah pada April 2017. Pembukaan cabang ReFIT Club di Semarang tesrsebut memperkuat ekspansi bisnis ReFIT Club yang beroperasi sejak tahun 2016.  Mitra Bugar Bersama memperluas ekspansi bisnisnya di kota-kota second tier guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran yang  berkualitas internasional dengan harga keanggotaan yang kompetitif. Sebelumnya ReFIT Club sudah beroperasi di Green Lake City, Jakarta Barat dan Aeropolis Club House, Soekarno Hatta Jakarta.

Irawan Amanko,  CEO PT Mitra Bugar Bersama, mengatakan, pihaknya membuka peluang mewaralabakan ReFIT Club seiring dengan berkembangnya industri pusat kebugaran di Indonesia. “Prospek bisnis pusat kebugaran di Indonesia sangat prospektif seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat  mengenai gaya hidup sehat dan semakin tingginya daya beli konsumen, khususnya generasi muda. Sehingga bisnis pusat kebugaran adalah  bisnis yang berkembang secara pesat dan memberikan peluang yang menjanjikan,” ujar Irawan

kuliah sambil kerja, kuliah malam, kelas karyawan, kuliah murah, cepat cari kerja, kampus karyawan, stie bpkp

Empat sahabat mengembangkan bisnis pusat kebugaranyang terjangkau (affordable gym) di bawah bendera PT Mitra Bugar Bersama. (kiri-kanan) Jerry Mulyadi, selaku Komisaris, Agus Miftahudin (Direktur Pengembangan Produk), Mela Gunawan (Direktur Marketing) dan Irawan Amanko selaku CEO PT Mitra Bugar Bersama. (Foto :Dokumen Refit).
ReFIT Club mengusung konsep pusat kebugaran yang terjangkau (affordable gym),  tetapi menyediakan fasilitas lengkap bagi masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran dengan harga keanggotaan (membership) yang iurannya ramah bagi kantong konsumen.Model bisnis ReFIT Club menawarkan keuntungan bagi para pewaralaba (franchisee). Sebab, PT Mitra Bugar Bersama memiliki tim terpadu dan memiliki pengalaman yang lama di industri fitness yang terdiri dari tim konstruksi, interior desain, marketing, instruktur atau pelatih kebugaran, tenaga ahli di bidang teknologi informasi, petugas perawatan serta kebersihan berpengalaman yang siap membantu pewaralaba dalam membangun dan mengoperasikan  sebuah ReFIT Club.
"Model waralaba kami terdiri dari biaya pengembangan (development cost ) senilai kurang lebih Rp 2 Miliar, tergantung luas lahan yang dibangun dan Royalty Fee senilai Rp 400 Juta, Management Fee  sekitar 10% dari pendapatan kotor tiap bulannya," ungkap Irawan. Berpijak dari skema waralaba ReFIT Club itu, maka Irawan mengestimasikan Return of Investment atau ROI (tingkat pengembalian investasi) sekitar 3 tahun.


kelas karyawan, stie bpkp, kuliah malah, kuliah murah jakarta

Angka yang dijabarkan Irawan itu menarik minat para investor. Sebab, menurut Irawan, perusahaanya berhasil menjaring minat investor untuk membuka cabang di sejumlah daerah. "Kami sudah dalam tahap berencana membuka dua cabang lagi yang menggandeng investor untuk memperluas bisnis ReFIT Club di daerah,"  tutur Irawan yang pernah berkarier selama 8 tahun di salah satu pusat kebugaran internasional dan mengelola lebih dari 5 cabang di Jakarta.
ReFIT adalah pusat kebugaran lokal yang dirintis oleh empat sahabat yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri pusat kebugaran nasional maupun internasional, sebagai konsumen dan juga service provider. Mereka adalah Jerry Mulyadi sebagai Komisaris PT Mitra Bugar Bersama, Irawan Amanko selaku CEO, Mela Gunawan (Direktur Marketing), dan Agus Miftahudin (Direktur Pengembangan Produk). ReFIT Club menyediakan sejumlah kelas kebugaran, yaitu ReACTION adalah latihan kardio berdurasi 45 menit dengan kombinasi seni bela diri campuran dan ReCON adalah kelas yang ditujukan untuk melatih daya tahan otot yang diiringi musik yang memacu adrenalin serta dipandu instruktur berstandar internasional. Selain kelas andalannya, ReFIT  juga menyediakan Zumba, Yoga, Aerobic dan lainnya. ReFIT menyediakan sistem keanggotaan yang biayanya berkisar Rp 175 ribu-Rp 300 ribu per bulan.
Selain itu, ReFIT  menyediakan alat fitness yang lengkap dan berkualitas serta merupakan club pertama di Indonesia yang menyediakan alat dari Rover Equipment. Selain alat fitness yang lengkap, terdapat beberapa fasilitas tambahan seperti loker dan kamar mandi khusus untuk para anggota. “Kami percaya bahwa nama adalah sebuah harapan. Pemilihan nama ReFIT diambil dari dua kata, yakni Re yang berarti pengulangan dan Fit yang berarti bugar. Kami meyakini untuk membangun kebiasaan baru perlu dilakukan berulang kali. Dengan repetisi dan pengarahan yang tepat, gaya hidup sehat akan bisa tercapai dan dipertahankan seumur hidup. Melalui nama ini diharapkan kehadiran ReFIT  dapat mengembalikan serta terus mempertahankan kesehatan dan kebugaran masyarakat,” ujar Irawan. (*)

Share:

Sabtu, 25 November 2017

Serunya pelatihan pasar modal di STIE BPKP




kelas karyawan, kuliah malam, kuliah murah
Terima sertifikat hasil pelatihan

Peningkatan potensi akademik Mahasiswa STIE BPKP


Serunya pelatihan pasar modal yang diselenggarakan hari Sabtu 27 November 2017 di STIE BPKP membuat semangat para trainer dan peserta terus bertahan sampai usai acara. Disini peserta tidak hanya berlatih bagaimana berinvestasi di pasar modal tapi juga berbagi pengalaman dari para praktisi dan perusahaan sekuritas dalam hal ini RHB Sekuritas. Pelatihan ini dibuka untuk beberapa angkatan dimana setiap angkatan hanya diisi oleh 30 orang peserta, pastinya dengan jumlah peserta yang terbatas kelas pasar modal ini bisa menjadi lebih santai, serius dan fokus.

Mau tau seperti apa pelatihannya....?? 

Yuk kita intip ada apa saja di kelas Pasar modal STIE BPKP.


kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP
belajar saham, stie bpkp, kursus saham, pelatihan pasar modal, kelas karyawan
Kelas pasar modal STIE BPKP

belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP


belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP

belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP

belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP

belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP

belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP
belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah
Kelas pasar modal STIE BPKP

Sampai ketemu di kelas berikutnya ya...?
belajar saham, kelas karyawan, kuliah murah




Share:

Senin, 20 November 2017

Inspiratif : Bisnis unik anak muda "Black Garlic"



Tren gaya hidup sehat yang tumbuh di Jakarta dan sekitarnya, berpadu dengan kemacetan kronis, menginspirasi sejumlah anak muda membesut Black Garlic (BG) –perusahaan rintisan yang bergerak di layanan antar bahan baku makanan siap masak, lengkap dengan bumbu dan panduan memasaknya. Berbekal “kotak ajaib” dari BG, pelanggan bisa memasak berbagai makanan yang nikmat, berbahan baku segar dan aman, hanya dalam beberapa puluh menit. Popularitas BG cepat merebak, dan kini perusahaan ini melayani ribuan pelanggan di Jabodetabek.

 Olivia Wongso (tengah), Chief Operation Officer Black Garlic


Pembesut BG adalah sosok-sosok yang sudah tenar di jagat startup dan kuliner Indonesia. Sebut saja, Michael Saputra (33 tahun) dan Willy Haryanto (35 tahun) yang masing-masing menjabat sebagaichief executive officer dan chief technology officer. Sebelumnya, dua sekawan itu sukses membesut Klick Eat, jasa layan antar makan daring (dalam jaringan/online) yang kemudian diakuisisi perusahaan Jepang, Yumenomachi Souzou Iinkai. Kemudian, Ardo Adiwidjaja (33 tahun), chief operating officer, sebelumnya profesional di perusahaan multinasional. Ada juga Olivia Wongso (39 tahun), putri pakar kuliner kenamaan William Wongso, sebagai chief production officer. Olivia sebelumnya menangani berbagai bisnis kuliner keluarga Wongso seperti bakery, restoran dan katering. Ayah Olivia sendiri berperan aktif sebagai konsultan kuliner BG.
Sejak awal, BG menyasar pasar yang berbeda dari kebanyakan layanan antar makanan lainnya. Lazimnya, pebisnis layan antar makanan, baik daring maupun konvensional, menjanjikan hidangan siap santap yang diantarkan ke depan pintu pelanggannya. BG mengantarkan bahan makanan siap masak lengkap dengan bumbu dan panduan memasaknya disertai foto-foto. Tujuannya, BG ingin memberikan opsi makan sehat tetapi praktis bagi masyarakat. “Kami ingin membuat produk dan layanan yang dapat membantu rumah tangga di Jakarta mengikuti gaya hidup sehat dengan membuat pilihan yang lebih sehat,” ungkap Olivia kepada SWA di kantornya di Jalan Cisanggiri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Langkah awal memang selalu yang tersulit. Tim BG berulang kali melakukan proses uji coba resep, waktu memasak, pencarian bahan baku, pengemasan, hingga pengantaran ke konsumen. Dan, sebelum bahan-bahan meluncur ke dapur pelanggan, William Wongso memegang “stempel” akhir lolos-tidaknya sebuah masakan. Setelah berupaya tanpa henti, pada Juli 2015 BG resmi meluncur dan melayani konsumen di Jabodetabek.
Melalui situs webnya www.blackgarlic.id, BG menawarkan berbagai menu untuk sarapan, makan siang hingga makan malam, bahkan hidangan pencuci mulut dan menu anak-anak. Tersedia pula menu mingguan yang menawarkan 11 menu, tujuh di antaranya untuk makan malam dan sisanya menu sarapan, hidangan pencuci mulut, dan anak-anak.
Setelah pelanggan memesan dan membayar melalui situs webnya, BG mengirim satu kotak BG yang bisa berisi 2-8 menu, tergantung pada jumlah orang yang akan bersantap. “Jadi, sistemnya seminggu sekali boks dikirimkan, bahan makanannya semua dipindahkan ke dalam kulkas, yang bisa tahan lima hari. Terserah customer mau masaknya kapan sesuai dengan jadwal rumah tangga masing-masing,” Olivia menjelaskan.
Variasi menu BG mulai dari sajian Indonesia, Asia, hingga barat. Contohnya, untuk periode 14-18 Februari, BG membuka tawaran menu Italia, yakni chicken diablo with sauteed mushroom & lime mayo sauce; menu Asia, braised fish with sweet soyu & sauteed bok choy, kari ayam dengan roti jala; menu anak, tersedia salmon asap dan telur orak-arik, serta menu pencuci mulut, puding kelapa Brasil. Harga menu dibanderol Rp 25 ribu-300 ribu per orang.
Lantaran menyasar segmen menengah sekaligus menjaga variasi, menu yang diusung BG relatif istimewa. “Black Garlic tidak menghadirkan menu sembarangan karena kami ciptakan menu yangexciting, menu yang biasanya jarang orang bisa masak sendiri di rumah,” ujar Olivia.
Sekalipun pelanggan BG bukan ahli masak, Olivia menjamin masakannya akan memuaskan penikmatnya. Tentu saja, selama ketentuan memasak diikuti langkah demi langkah. “Kami bisa jamin 90%-95% hasilnya enak karena setiap menu yang kami kirim itu sudah dites minimum empat kali di dapur kami. Prosesnya cukup lama; dari menu creation, R&D, hingga menjadi produk bisa memakan waktu satu bulan lebih untuk satu menu,” katanya.
Michael Saputra, sang CEO, menuturkan, saat ini pemasaran BG lebih mengandalkan promosi getok tular antarpelanggan. Namun, BG juga menggunakan selebritas sebagai endorser di media sosial. Metode promosi yang tergolong baru, sejak Februari ini, BG menggandeng beberapa koki selebritas untuk menghadirkan menu andalan mereka di BG. “Jadi, setiap bulan ada satu atau dua menu dari Masterchef Indonesia,” kata Michael.
Kolaborasi dengan merek-merek bahan makanan terkemuka pun dijalin. Blue Band, yang kerap menawarkan menu pengolahan makanan menggunakan margarin, salah satunya. BG membantu dari sisi penyediaan bahan makanan sesuai dengan resep Blue Band dan eksekusi pemasakannya agar jadi lebih mudah dimasak oleh konsumen.
Michael mengaku, BG telah melayani lebih dari 2.700 pelanggan dengan 22.000 menu lebih dan omset rata-rata Rp 1,5 miliar per bulan. Kinerja gemilang itu pun menarik perhatian pemodal ventura. Pada awal 2016, perusahaan rintisan ini mendapat suntikan dana dari Skystar Capital dan Convergence Ventures. Selain dukungan dari dua perusahaan investasi tersebut, ada juga kucuran modal dari sejumlah investor perseorangan.
Michael mengungkapkan, BG akan terus berekspansi. Saat ini, pihaknya masih fokus mengembangkan pasar dan membangun merek di kawasan Jabodetabek. Setelah itu, baru merambah kota-kota besar lain di Pulau Jawa.

Share:

Raih Peluang di Pasar Modal Bersama LPPM STIE BPKP

kuliah sambil kerja, kuliah malam, kelas karyawan, kuliah murah, cepat cari kerja, kampus karyawan, stie bpkp

Mahasiswa STIE BPKP harus terbiasa dengan pasar modal

Bekerja sama dengan Koperasi Mahasiswa STIE BPKP (Koperasi Bina Perdana Karya Perkasa), LPPM STIE BPKP menyelenggarakan kembali pelatihan pasar modal bagi para pemula. Pelatihan yang dilaksanakan sehari pada tanggal 16 Desember 2017 menghadirkan pembicara yang pakar di bidangnya. Selain itu STIE BPKP bekerjasama dengan RHB Sekuritas yang akan membantu para peserta untuk dapat langsung melakukan transaksi saham dengan segera.
Dalam sebuah kesempatan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya mengatakan, dari sejumlah instrumen investasi yang ada saat ini, pasar modal masih menjadi salah satu yang paling tinggi perolehan imbal hasilnya. Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Agustus 2016 bahkan merupakan yang tertinggi di dunia yaitu menguat 18,01% sejak awal tahun ini.
Sementara itu, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Hans Kwee menjelaskan, salah satu cara membuat orang menjadi kaya yaitu melalui menabung saham di pasar modal. Sebelum menanamkan modalnya, investor harus mengenal betul saham mana yang potensial untuk tumbuh melalui prospektus di laporan kinerja keuangan perusahaan.
Di tempat yang sama, Lo Kheng Hong, salah satu investor ritel pasar modal yang telah sukses, menceritakan, ada beberapa alasan pihaknya lebih memilih instrumen pasar modal untuk berinvestasi jangka panjang dibandingkan produk lain. Instrumen ini menawarkan imbali hasil tertinggi dibandingkan produk tabungan di bank.


Kenapa mahasiswa perlu tau pasar modal...??

”Sedangkan investasi lain seperti obligasi dan bank return -nya hanya sedikit, untuk investasi emas tidak produktif, dan investasi dolar AS cenderung mengharapkan yang terburuk jika menginginkan penguatan nilainya,” jelasnya. (Okezone)



Share:

Jumat, 03 November 2017

Technopreneur Seminar

seminar, banner seminar, spanduk seminar, kelas karyawan, kuliah murah



Seminar sehari STIE BPKP


Bekerja sama dengan STIKOM CKI, SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BHAKTI PRASETYA KARYA PRAJA menyelenggarakan seminar sehari di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dengan tema "Business opportunities with technology" . Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara yaitu Awy Ezhiary S.E yang merupakan sosok motivator muda , Herlambang Adi Gunawan S.S.T, M.M Trainer di Menara consulting, dan Arpinus Koto Direktur Pembina & Pengusaha di bidang pendidikan.

kuliah sambil kerja, kuliah malam, kelas karyawan, kuliah murah, cepat cari kerja, kampus karyawan, stie bpkp

Apa itu Technopreneur ....??

Technopreneur diambil dari dua kata yaitu technology dan entrepreneur. Technology artinya sarana yang  memenuhi dan menunjang kebutuhan hidup manusia . Sedangkan entrepreneur adalah orang yang menggunakan sumber daya yang dia miliki untuk meraih peluang dengan mendapatkan keuntungan. Jadi technopreneur merupakan pengusaha atau pebisnis yang memanfaatkan sumber daya teknologinya sebagai sarana berbisnis untuk menghasilkan keuntungan.

Seminar ini bertujuan untuk memperlihatkan peluang-peluang yang ada di bidang digital technology, menggali strategi-strategi pengembangan bisnis dan juga menumbuhkan minat dan motivasi pada peserta untuk ikut serta di dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan bisnis yang memanfaatkan teknologi.

kelas karyawan, achievement motivation training, ospek

stie bpkp, kelas karyawan, achievement motivation training



Share:

Selasa, 24 Oktober 2017

Dari Bisnis Sewa Organ Tunggal, Setiawan Ichlas Akuisisi Bank Muamalat



JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Setiawan Ichlas mendadak populer pasca-memiliki 13,27 persen saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI). Apalagi, setelah PADI menyatakan bakal mengakuisisi 51 persen saham Bank Muamalat.
Mengutip Kontan.co.id, Selasa (17/10/2017), Setiawan Ichlas lahir dan besar dari keluarga sederhana di Palembang, 10 April 1977. Pria yang akrab disapa Iwan ini menyebut dirinya terjun ke dunia bisnis untuk pertama kalinya sejak masih duduk di bangku sekolah.
Dalam bisnis, Iwan menyebut dirinya tidak punya kerabat pengusaha. Seluruh usahanya, dimulai dari nol, tanpa bimbingan ayah kandungnya yang meninggal dunia saat usianya masih 16 tahun.
Iwan berkisah dirinya sangat tertarik berbisnis di sektor riil. Beberapa bisnis yang digarap Iwan antara lain, transportasi atau jasa, perkebunan, perdagangan, pertambangan batu bara, belakangan jasa keuangan.
Tidak berhenti di situ, dalam gurita bisnisnya Iwan juga memiliki sejumlah pelabuhan yang tersebar di Indonesia. Antara lain di Palembang, Lampung serta Kalimantan.
Publik kemudian baru mengenal namanya, setelah dia memiliki 13,27 persen saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) awal Agustus 2017 lalu. Ia membeli saham PADI di harga Rp 350 per saham, alias bermodal Rp 525 miliar.
Akhir pekan lalu, harga saham PADI sudah Rp 1.410. Dus, potensi keuntungan Iwan sudah mencapai Rp 1,56 triliun.
Bukan kali ini saja, Iwan pernah terlibat dalam pembelian saham dalam jumlah besar. Asal tahu saja, pria yang kini baru berusia 40 tahun itu pernah menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BPD Banten).
Iwan sempat menguasai mayoritas saham Bank Pundi setelah membelinya dari Grup Recapital. Seiring berjalannya waktu, saham itu dia lepas kepada Pemprov Banten, hingga akhirnya menyisakan sekitar 20 persen hingga saat ini. Namun nama Iwan tak terlihat dalam struktur kepemilikan saham, karena saham yang dimilikinya disebar ke sejumlah kerabat.
Secara singkat, Iwan menyebut strategi bisnisnya dengan mengambil alih perusahaan bermasalah. Hal ini yang dilakukannya kala membeli Bank Pundi yang terpuruk karena biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) serta kredit bermasalah (NPL) yang tinggi.
Hal yang sama, kini akan dia lakukan terhadap Bank Muamalat Indonesia. Dengan menggandeng sejumlah lembaga keuangan, seperti dana pensiun dan international sovereign fund, Iwan akan menginjeksi dana senilai Rp 4,5 triliun ke Bank Muamalat di bawah bendera Minna Padi.
Ia akan masuk dengan menjadi pembeli siaga rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue Bank Muamalat. Kelak, Minna Padi akan menguasai minimal 51 persen saham Bank Muamalat.
Iwan lantas akan memberikan 2,5 persen saham Muamalat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan 1-1,5 persen ke Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin menyambut rencana Iwan yang akan memberikan 2,5 persen saham Bank Muamalat ke MUI.


"Dulu, kami pernah rutin mendapatkan dividen, namun berhenti setelah investor dari Arab datang ke Bank Muamalat," tutur Ma'ruf, kepada Kontan, Minggu (15/10).
Ma'ruf mengaku tidak mengenal secara personal sosok Iwan. Ma'ruf yang juga anggota dewan syariah Bank Muamalat, baru tahu Iwan baru-baru ini saja.
Nama lain
Yang menarik, semasa bujang, Iwan akrab dikenal dengan nama Iwan Bomba. Awal mula nama ini muncul ketika Iwan berhasil sukses di Jakarta.
Merasa lebih dari cukup akan kesuksesannya, Iwan pun kembali ke kampung halamannya di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Kala kembali ke tempat kelahirannya, Iwan pun sesegera mungkin mencari cara untuk mengubah dirinya. Alhasil, Iwan yang memiliki keterampilan dalam bidang elektronik ini mulai mendirikan sebuah usaha sewa organ tunggal.
Nama Bomba sendiri muncul dari sebuah merek Televisi Toshiba keluaran tahun 2000an. Lagi-lagi bisnis yang Ia jalani ini pun sukses, dan nama Iwan Bomba pun tersebar di kalangan rekan bisnis dan teman-teman Iwan di Palembang.

sumber ; Kompas

kelas karyawan, kuliah murah, biaya kuliah murah jakarta, akuntansi, kuliah pajak

Share:

Lensa STIE BPKP

CARI DI STIE BPKP